SPPG Tolak Akuisisi Pertagas Oleh PGN

Palembang, clicksumsel.com : Serikat Pekerja Pertamina Gas (SPPG) menolak Akuisi Pertagas Oleh PGN (Perusahaan Gas Negara), hal ini diungkap oleh Andre Tobing Kepala Bidang Hubungan Industrial SPPG saat menggelar aksi damai di Kantor Pertamina Gas (Pertagas) Palembang, Jum’at (13/7/2018).

Andre menjelaskan, SPPG berpendapat bahwa skema akuisisi yang dilakukan tidak menjamin dominasi penguasaan negara sesuai amanat konstitusi,dimana perusahaan yang 43,036 % sahamnya dimiliki oleh publik/swasta (dominan pihak asing) mengakuisisi perusahaan yang 100% dimiliki negara, dan tindakan akuisisi Pertagas oleh PGN tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian negara dan patut diduga adanya tindakan penyalahgunaan wewenang yang bertujuan menguntungkan sekelompok pihak tertentu saja.

“Point utama yang kami perjuangkan adalah menyelamatkan Pertagas dari kelompok yang hanya memungut rente dari perusahaan milik negara ini.” tegasnya.

Jelas Andre, Gas bumi adalah salah satu sumber energi penting bagi negara yang memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sudah sepatutnya gas bumi dikelola oleh Negara bukan publik karena sesuai yang tertulis pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 2.

“Hal tersebut yang mendasari SPPG dengan tegas menyatakan menolak diakuisisi oleh PGN.” Pungkasnya.

Lanjutnya, Pertagas sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki proyeksi keunturgan bisnis yang baik 100% sahamnya berpotensi divaluasi atau valuasi direkayasa menjadi lebih rendah dari nilai yang seharusnya terutama jika terdapat oknum-oknum pengambil keputusan mengidap moral hazard dan pihak swasta atau asing yang berkepentingan ikut bermain untuk mengeruk keuntungan bisnis nasional.

“Proses konsolidasi melalui akuisisi Pertagas oleh PGN dilakukan terburu-buru hanya berdasarkan opsi yang tercepat tanpa memperhatikan kajian aspek-aspek terkait secara komprehensif, termasuk namun tidak terbatas dalam hal organisasi, kelembagaan dan SDM yang mana hal ini sangat berpotensi menyebabkan kerugian negara.” Pungkasnya.

Laporan: Cakra Mandala.