Kisah Babinsa Sertu Yuarso dan Istrinya Mengajar di Mamugu, Papua

Sertu Yuarso (40) asli Purworejo dari Babinsa Koramil Mamugu dan istrinya Rosalinda (38) asli Yogyakarta beserta satu anaknya berumur 3 tahun. Mereka tinggal persis di pinggiran Sungai Pomad, Distrik Mamugu, Kabupaten Asmat.

“Ketika pertama kali datang ke sini masih hutan. Masyarakatnya masih banyak yang enggak pakai baju. Nama daerahnya ini Mamugu,” cerita Rosalinda dengan ramah, Kamis (28/4/2016).

Rumah Rosalinda yang dibangun sendiri oleh suaminya berupa rumah panggung yang tertancap di tanah langsung, terbuat dari kayu serta beratapkan seng. Bahan kayu pembuat rumah keluarga Babinsa tersebut juga diperoleh dari bekas pembangunan dermaga di sebelahnya. Tanah di bawah bangunan mereka merupakan tanah milik Dinas Perhubungan Laut.

Hampir tidak ada yang istimewa dari rumah tersebut kecuali keramahan mereka. Mereka hidup sendirian jauh dari mana pun. Karena kalau mau ke Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga harus ditempuh dengan menggunakan speed boat.

Awalnya, Rosalinda sempat takut dan khawatir ketika harus ikut dengan suami bertugas di tanah Papua. Di awal kakinya melangkah, penyakit kusta tengah mewabah dan itu membuatnya khawatir tertular.

“Di sini itu kok bisa banyak korban kusta. Kenapa, pikirku. Setelah saya cari tahu ternyata kusta itu dari perilaku tidak sehat. Mereka kawin sedarah. Bahkan sampai anaknya dikawini sendiri,” urai Rosalinda.

Rosalinda pun kemudian mencoba mengedukasi mereka bersama suaminya agar berpola hidup lebih sehat. Suaminya pun ikut mengajar anak-anak desa tersebut karena sebelumnya tidak ada guru sama sekali.

Kembali ke pengharapan keluarga kecil Rosalinda. Ia hanya ingin pemerintah melalui TNI bisa lebih memperhatikan Babinsa yang bertugas di pelosok-pelosok.

“Keinginan mungkin ada lebih perhatian bagi Babinsa yang di pedalaman. Kalau dari pemerintah belum ada keinginan,” harap Rosalinda.

Rosalinda kemudian bercerita, perjalanan menggunakan speed boat sampai Kabupaten Asmat kocek yang harus dikeluarkan sebesar Rp 5 juta untuk pulang pergi. Sangat sulit untuk bepergian ke mana-mana.

“Tahun ini baru ada kunjungan dari petinggi. Saya bahkan tidak bisa mimpi rumah saya diinjak oleh para Jenderal-jenderal,” ungkap Rosalinda penuh kegirangan ketika rombongan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Proyek Trans Papua yang digalakkan Presiden Jokowi membuat rumah Rosalinda dijamah oleh petinggi TNI. Karena menurut Rosalinda semenjak pertama kali datang 2 tahun yang lalu belum pernah ada pejabat yang menilik wilayah tersebut. Baginya ini adalah suatu kehormatan bisa menjamu ala kadarnya rombongan Panglima TNI.

Prinsip Rosalinda sebagai istri, “Di manapun suami berada, sebagai orang yang dicintai dan mencintai saya harus kuat. Saya akan menemani ke manapun suami saya akan pergi”.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI berkunjung di rumahnya untuk meninjau dermaga sekaligus bertanya kabar anak buahnya tersebut. Tak lupa ia menyerahkan bantuan langsung untuk bisa digunakan membantu kehidupan keluarganya.

“Bagaimana kabar keadaanmu di sini bersama keluargamu? Semoga ini menjadi contoh yang baik,” pesan Gatot.

Lalu Gatot bercanda dengan keluarga tersebut dan dilanjutkan meninjau Dermaga Mamugu. Selanjutnya ia terbang ke Kaimana, untuk meninjau pembuatan dermaga.  (bag/bag)

Sumber :Detik.com