Aktivitas Galian C Lubuk Lancang Mulai Diprotes Warga

Banyuasin, clicksumsel.com – Awas harus hati-hati bila melintas dijalan Lintas Kecamatan Suak Tapeh menuju Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Kalau tidak ektra hati-hati bisa membahayakan diri sipengguna jalan ataupun orang lain.

Apalagi jalan di Desa Lubuk Lancang dan Dusun 1 Kampung Resam Desa Meranti ini bila tersiram air akibat hujan makan jalan cor akan licin bila musim kemarau debu tebal akan mengganggu pengguna jalan dan kesehatan warga. Salah satu faktor penyebab adanya aktivitas galian C, angkutan truk pengangkut tanah seolah dibiarkan tercecer penutupi permukaan jalan.

Bila tanah yang tercecer itu terkena air maka ia akan meleleh licin membahayakan pengguna jalan khususnya kendaraan roda dua. Musim panas tanah yang tercecer itu akan berdebu, selain mengganggu pemandangan lalu lintas, debu juga dapat menimbulkan penyakit pernapasan.

Wajar kalau lama kelamaan warga protes, seperti diungkapkan Deni warga Pulau Rimau kepada wartawan tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banyuasin, Senin 26 Oktober 2020, dia sejak adanya kegiatan galian C di daerah tersebut, kondisi jalan menjadi licin setelah turun hujan, sedangkan saat cuaca panas jalan menimbulkan debu tebal yang dapat merusak pernapasan terutama anak-anak warga sekitar.

“Setiap kali melintas di jalan ini kami harus extra hati-hati, apa lagi saat kondisi jalan masih lembab ada saja pengendara sepeda motor yang tergelincir, karena daerah sini kondisi jalannya naik turun tanjakan sangat berbahaya,” ujarnya.

Ditambahkan Deni, sebelum adanya usaha galian didaerah tersebut, jalan lintas menuju Kecamatan Pulau Rimau meski banyak terdapat naik turun tanjakan tidak bagitu membahayakan penggunya, awal mulanya hanya satu lokasi galian yang beroperasi, sekarang usaha galian sudah menjamur seperti pasar.

“Saat ini masih menjadi pertanyaan kami apakah usaha galian ini mengantongi izin atau tidak, sebab yang kami menilai kegiatan ini seperti tidak memperhatikan lingkungan sekitar, bukti jelasnya banyak sisa galian tanah yang tercecer di jalan, kalau seperti ini membahayakan kami dan pengguna jalan lain yang melintas” keluhnya.

Senada dikatakan Yanto, pengguna jalan lainnya mengaku, kondisi jalan lintas Kecamatan Pulau Rimau semakin menghawatirkan, akibat banyaknya usaha galian yang beroperasi dinilai tidak memperhitungkan nasib orang banyak, sedangkan masyarakat yang melintas di jalan tersebut tidak sedikit.

“Menurut hemat kami, pemerintah maupun pihak yang berwewenang harus turun segera ke lokasi, sebab kegiatan ini sudah diluar batas, jika usaha memang memiliki izin resmi pelaku usaha harus disangsi tegas atas kelalaiannya, jika nanti tidak memiliki izin resmi sebaiknya harus ditutup sebelum banyak korban yang berjatuhan akibat kondisi jalan licin” tutupnya.

Sementara Camat Suak Tapeh Sashardiman Ralibi saat dikompirmasi mengatakan, banyanya kegiatan usaha galian tanah urug lebih dikenal dengan galian C, yang beroperasi di wiliyah Suak Tapeh sampai saat ini baru satu orang pelaku usaha yang mengantongi izin resmi dari Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel. Sedangkan untuk pelaku usaha lainnya tidak memiliki surat izin resmi (ilegal).

“Sebelumnya kegiatan tersebut pernah kami tinjau bahkan sempat terhenti lebih kurang satu bulan, lalu berlanjut kembali operasi sampai sekarang ini tetap tidak memiliki surat izin usaha galian, kami telah berupaya mensosialisasikan agar sebelum melakukan kegiatan kiranya pelaku usaha membuat izin usaha tersebut” cetusnya.

Lanjut Sashardiman, terkait keluhan masyarakat licinnya jalan menuju Kecamatan Pulau Rimau, akibat dari limbah tanah yang berceceran dan itu memang benar, bahkan Pol PP Banyuasin dan Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin, Senin 26 Oktober 2020 kemarin meninjau lokasi galian C tersebut, terbukti kegiatan galian tidak memiliki izin resmi dari Dinas Pertambangan.

“Kami himbau kepada seluruh pelaku usaha galian C agar melengkapi izin usaha tambangnya terlebih dahulu baru beroperasi. Karena limbah galian dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas, jika pelaku usaha tetap tidak mengurusi izin tersebut kami minta kepada pihak terkait untuk menutup usaha tersebut” tegasnya

Laporan : evi farlina